SWITCH
Cara kerja switch mirip dengan bridge yang mempunyai banyak port.
Sehingga switch disebut dengan multiport bridge. Switch dapat
mempelajari alamat hardware host tujuan,sehingga informasi bisa
langsung dikirim ke host tujuan. Switch yang lebih cerdas dapat mengecek
frame yang eror dan dapat mem-blok frame yang eror tersebut. Switch
berfungsi sebagai sentral atau kosentrator pada sebuah network.
Switch dikelompokkan berdasarkan kapasitas/ukuran network menjadi:
1. Dekstop and Workgroup Switches
Switch yang dibuat sebagai pengganti hub tradisional. Contohnya: 1548
Micro Switch 10/100,1900/2800 Switches,2900 XL and 3500 XL Switches,3000
Switches,2900 Switches.
2. Data center and backbone Switches
Switch yang dibuat untuk keperluan network berskala besar atau network
yang dinamikanya tinggi. Contohnya 2900 Switches,4000 switches,5000
Switches,6000 Switches,8500 Switches.
Dilihat dari cara kerjanya switch dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Cut through atau fast forward
Switch jenis ini hanya mengecek alamat tujuan (yang ada pada header
frame.Kelemahan switch ini yaitu tidak dapat mengecek frame – frame yang
eror.
2.Store and Foward
Switch akan menyimpan semua frame untuk sementara waktu sebelum
diteruskan ke host tujuan.Kelemahan switch jenis ini adalah meningkatkan
latency akibat adanya proses pengecekan seluruh frame yang melalui
switch.
3.Fragment free atau modified cut throught
Switch akan membaca 64 byte dari frame sebelum meneruskan ke host
tujuan. Nilai 64 byte ini merupakan jumlah minimum byte yang
dianggap penting untuk menentukan apakah frame atau tidak.
Switch memiliki fitur lain seperti Qos(Quality of Service),Tos(Type os Service),IP DSCP to VLAN,VLAN to IP DSCP.
Symbol Switch Diagram Switch

Switch pada sebuah jaringan adalah sebuah alat jaringan yang
melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan
dengan forwarding berdasarkan alamat MAC).
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau
router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan
data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch
memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.
Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai
collision domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu
lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer
ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router
ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang
sudah terpasang pada jaringan.
Ada beberapa jenis Switch yang beredar di pasaran, yang bekerja di Layer 2 dan Layer 3 pada lapisan OSI yaitu
ATM Switch,
ISDN Switch
(Integrated Services Digital Network Switch atau yang dikenal sebagai
istilah Frame relay switch over ISDN yang biasanya terdapat pada
Service Provider bekerja seperti halnya switch, tapi memiliki perbedaan
yaitu interface yang di gunakan berupa ISDN card atau ISDN router),
DSLAM Switch dan
Ethernet Switch.
Port uplink adalah sebuah port dalam sebuah hub
atau [[switch jaringan]|switch]] yang dapat digunakan untuk
menghubungkan hub/switch tersebut dengan hub lainnya di dalam sebuah
jaringan berbasis teknologi Ethernet. Dengan menggunakan uplink port,
hub-hub pun dapat disusun secara bertumpuk untuk membentuk jaringan
yang lebih besar dengan menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair yang
murah. Jika memang hub yang digunakan tidak memiliki port uplink, maka
kita dapat menggunakan kabel UTP yang disusun secara crossover
HUB
Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk
menghubungkan peralatan-peralatan dengan ethernet 10BaseT atau serat
optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja
pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI.
Hub mirip dengan switch,yaitu sebagai kosentrator. Jika informasi
dikirim ke host target melalui hub maka informasi akan mengalir ke
semua host.Kondisi semacam ini dapat menyebabkan beban traffic yang
tinggi.
Cisco mengeluarkan beberapa tipe hub,seperti:
- 1500 Micro Hub – 10 Mbps port
- 1528 10/100 Micro Hub
- 100 Fast Hub
- 200 Fast Hub
- 300 Fast Hub
- 400 Fast Hub
Umumnya hub bersifat statis atau tidak dapat dikonfigurasi
ulang.Namun,Cisco juga mengeluarkan jenis Hub yang dapat
dikonfigurasi.Contoh hub yang dapat dikonfigurasi yaitu Cisco 1503
Micro Hub Line.
Switch Hub


Hub sebagai Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi
hanya dilewatkan oleh hub. Hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan
yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di
satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di
hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua
komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut.
Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch.
Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan
transfer data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch
mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch
sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.
Sebuah hub Ethernet disebut juga sebagai hub aktif, hub
jaringan, repeater hub yaitu sebuah perangkat untuk menghubungkan
beberapa twisted pair atau perangkat Ethernet fiber optik yang bekerja
bersama-sama dan membuat perangkat tersebut bertindak sebagai satu
segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan fisik (lapisan 1) dari model
OSI. Sehingga dia hanya bekerja tak lebih sebagai penyambung atau
concentrator saja, dan hanya menguatkan sinyal di kabel UTP. Hub tidak
memiliki faslitas routing. Sehingga semua informasi yang datang akan
dikirimkan ke semua komputer (broadcast)
. Hub juga
merupakan suatu istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah
central connection point untuk komputer pada network.
Fungsi HUB
Fungsi dasar
Yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan
mentransmisikannya ke komputer yang lain. Sebuah hub bisa active atau
passive. Active hub bertindak sebagai repeater, ia meregenerasi dan
mengirimkan sinyal yang diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai
kotak sambungan, ia membagi atau memisahkan sinyal yang masuk untuk
ditransmisikan ke seluruh network. Hub adalah central utnuk topologi
star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada
network dengan relatif mudah. Kapabilitas yang disediakan hub central
utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau
dipindahkan pada network dengan relatif mudah.
Fungsi Tambahan
Fungsi tambahan selain sebagai central connection point adalah hub menyediakan kemampuan berikut:
- memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan
- workstation. menambah jarak network (fungsi sebagai repeater)
- menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda
- (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang fault
- tolerance (isolasi kerusakan) memberikan manajemen service yang
- tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)
Kelebihan dan Kekurangan HUB
Kelebihan dari hub adalah bekerja secara half-duplex, mengulang
sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut.
Kekurangannya :
- hub cukup mahal
- membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan
- akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.
Pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia
mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke
tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan
melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan
memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena
paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host
(meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja).
Hub hanya bisa terjadi satu proses transfer data pada satu saat. Ini
terjadi karena pada suatu jaringan, sebelum pengiriman data akan
diawali dengan pemeriksaan apakah ada pengiriman data dari pihak lain
atau tidak. Jika ya, maka pengiriman data akan ditunda sebab jika ada 2
pihak yang mentransfer data secara bersamaan, maka akan terjadi
tabrakan antar data (collision).
Karena sifatnya ini, hub tak ubahnya seperti repeater dengan banyak
port. Dia tidak mengenal MAC addressing/physical addressing, sehingga
tidak bisa memilah data yang harus ditransmisikan, sehingga collision
tidak bisa dihindari pada metode kerja si hub ini. Kecepatan transfer
data hub sampai dengan 100 Mbps.

memiliki 4 – 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain (uplink).
Sebagian hub — terutama dari generasi yang lebih baru — bisa ditumpuk
(stackable) untuk mendukung jumlah port yang lebih banyak. Jumlah
tumpukan maksimal bergantung dari merek hub, rata-rata mencapai 5 – 8.
Hub yang bisa ditumpuk biasanya pada bagian belakangnya terdapat 2 port
untuk menghubungkan antar hub.

GAMBAR: Prinsip Kerja HUB
Dua Jenis HUB Berdasarkan Sisi Pengelolaan
- Manageable Hub
- Unmanageable Hub
Manageable hub adalah hub yang bisa dikelola melalui software
biasanya menggunakan browser IE. Sedangkan unmanageable hub tak bisa.
Satu hal yang perlu diingat, hub hanya memungkinkan pengguna untuk
berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan hub yang membentuk jaringan
hub disebut sebagai “shared Ethernet.” Pada jaringan terbagi seperti
itu, setiap anggota hanya akan mendapatkan persentase tertentu dari
bandwidth jaringan yang ada. Misalkan hub yang digunakan adalah Ethernet
10Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 komputer, maka secara
kasar jika semua komputer secara bersama mengirimkan data, bandwidth
rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing anggota jaringan
tersebut hanyalah 1Mbps.